Technophoriajogja – Pada era globalisasi ini, jumlah perusahaan terus meningkat. Seiring dengan itu, kompetisi antar perusahaan semakin ketat. Banyak perusahaan berlomba-lomba mempromosikan produk mereka dengan cara membuat brand perusahaan. Seperti promosi iklan di media cetak, televisi, hingga shopping online melalui internet. Untuk mengakomodasikan hal tersebut, perusahaan membutuhkan seorang desainer untuk mendesain berbagai macam desain media promosi. Dengan menjadi seorang desainer, tentunya kita harus menjadi pribadi yang unik dengan pemikiran yang berbeda daripada yang lain. Dalam hal ini tentunya motivasi menjadi seorang desainer tidak hanya menjadi tukang edit, tukang gambar, atau tukang cetak. Akan tetapi, dengan menjadi seorang desainer, kita harus menjadi pribadi yang bisa menghasilkan segala sesuatu yang kreatif dan berbeda. Dengan demikian menjadi seorang desainer tentu harus mengetahui dasar-dasar Desain Komunikasi Visual.

Istilah desain secara etimologi berasal dari beberapa serapan bahasa yang diambil dari bahasa Itali yaitu “Designo” yang artinya gambar. Dalam kata kerja istilah “desain” dapat diartikan sebagai proses dalam membuat atau menciptakan sebuah obyek baru. Sedangkan dalam kata benda, istilah “desain” dapat digunakan sebagai hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk karya nyata.Sementara desainer merupakan sebutan bagi orang yang membuat karya desain. Proses membuat desain, tentunya tidak hanya memperhatikan aspek keindahan. Namun, dalam proses mendesain perlu memperhatikan pula hasil riset, konsep, target konsumen, keinginan konsumen, dan secara fungsi.

Komunikasi Visual adalah rangkaian proses penyampaian informasi atau pesan kepada pihak lain. Komunikasi tersebut menggunakan media yang hanya terbaca secara visual oleh mata. Visual sendiri berasal dari bahasa latin “Videre” yang berarti melihat. Jadi, desain komunikasi visual merupakan seni dalam menyampaikan informasi atau pesan dengan menggunakan bahasa rupa atau visual yang disampaikan melalui media desain. Desain komunikasi visual bertujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga mengubah perilaku target (audience) sesuai dengan tujuan yang ingin terwujudkan.

pelatihan desain komunikasi visualProses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai aspek lainnya yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.Apakah perbedaan antara desain grafis dan Desain Komunikasi Visual? Pada prinsipnya desain grafis selalu mengikuti perkembangan teknologi cetak, seluruh media yang digunakan oleh desain grafis adalah dalam bentuk cetak ataupun printing. Seperti majalah, brosur, poster, banner, flayer, dan lain lain. Seiring berjalannya waktu, perkembangan desain tidak hanya menggunakan media cetak. Saat ini banyak sekali perkembangan media digital, seperti desain interaktif atau desain multimedia. Oleh karenanya cakupan dari desain grafis menjadi luas dan tidak terpaku pada media cetak saja. Berdasarkan hal itu, desain grafis diubah menjadi Desain Grafis. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta pelatihan diharapkan mampu mendesain sesuai unsur unsur dalam desain seperti ilustrasi,tata letak, pengolahan gambar dan typografi.

  • Materi Pelatihan : Dasar –dasar Desain komunikasi Visual, Typografi, Layout dan Grid System, Pembuatan Logo, Poster, Brosur.
  • Software atau perangkat lunak yang digunakan : Corel Draw, Photoshop, Adobe InDesign.
  • Untuk lebih jelas silahkan hubungi technophoria Yogyakarta untuk Pelatihan Desain Komunikasi Visual 2016.

Ditulis pada : January 6th, 2016 | Penulis : admin | Kategori : Pelatihan | Tag: , ,

Berita Terkait

Technophoria Photo Gallery

Kantor Technophoria

komplek ruko gatik

Peta Lokasi Kantor


Lihat Technophoria Jogja pada peta besar

Alamat Kantor

TECHNOPHORIA Jogja
Komplek Ruko Graha Strategic (GATIC)
Jl. Perumnas 83, Seturan, Catur Tunggal, Depok Telp. (0274) 4469037, 4469039 Yogyakarta
Email: info@technophoriajogja.com

Staf Technophoria Jogja